PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Senin, 12 Mei 2014

Cara stel karburator mobil sendiri

Seperti kita tahu bahwa setelan karburator sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin yang otomatis akan berpengaruh pula pada kenyamanan bagi pengendaranya. Selain itu setelan karburator yang tidak benar akan mengakibatkan konsumsi bahan bakar menjadi boros dan permasalahan lain seputar egine stationer. Memang perlu diketahui bahwa di negeri maju, karburator sudah ditinggalkan dan diganti dengan sistem injeksi. Mengingat sistem ini lebih baik, dan suplai bensin menjadi lebih pasti dan pembakaran menjadi lebih bagus, homogin.

Namun harus diakui, masih banyak mobil di negeri ini yang menggunakan karburator. Masih
ada Jeep keluaran tahun 1948, masih ada Corolla 1962 dan banyak Kijang , Suzuki, Mitsubishi dan sebagainya.

Lalu bagaimana cara menyetel karburator yang benar? Berikut adalah jawabannya:
Ada 3 sekrup di karburator yang memegang peran penting membuat mesin bensin menjadi optimal.

  1. Sekrup idle up dikendorkan tetapi AC di hidupkan. Penyetelan berhenti ketika sekrup itu tidak bisa lagi merendahkan RPM mesin.
  2. Sekerup RPM mesin di turunkan RPM sampai sekitar 500, atau sampai tidak mati saja.
  3. Sekarang mulai dengan menyetel sekrup idle (campuran udara dan bensin). Putar sekrup ini ke kiri sampai nyaris mati. Kemudian kembali ke kanan sampai nyaris mati juga. Setelah itu putar perlahan-lahan mencari RPM tertinggi. Saat itulah kita akan menemukan campuran bensin dan udara terbaik. (bisa terjadi, karena karburator sudah kotor atau lama sehingga tersumbat, atau sekrup ini rusak, maka walaupun sudah di putar, dicari-cari tidak ada reaksi. Kalau menemukan kondisi seperti ini maka perlu melakukan OH karburator.
  4. Setelah menemukan campuran terbaik, sekarang setellah sekrup RPM sampai 700, 800 atau 900 sesuai permintaan pembuat mesin.
  5. Sekarang baru menyetelah sekrup idle up AC. Hidupkan AC, pasti RPM sudah berkurang, turun dari semula. Sekarang stel sekrup idle up sampai mencapai RPM, biasanya 900 atau 1000.
  6. Coba AC dimatikan, apakah sekarang RPM idle ke RPM yang diinginkan?
CATATAN :

Bahwa cara tersebut diatas adalah dengan syarat kondisi karburator masih dalam keadaan normal, baik itu fungsi SKEP, PELAMPUNG, SEPUYER, CHOKE, SELENOID, VACUUM dll.

Karena perlu diingat bahwa faktor umur mobil sangat berpengaruh pada kondisi karburator itu sendiri, terutama pada bagian AS SKEP. Bayangkan apabila umur mobil sudah 18 tahun, berarti selama 18 tahun itu pula 'as skep' sudah di kikis seiring injakan pedal gas dari penggunanya, otomatis lubang 'as skep' tersebut semakin lebar, dan 'as skep' pun sudah tidak presisi lagi, yang akan mengakibatkan komponen skep tidak bisa menutup ruang karburator secara sempurna. Kalo sudah bengini biasanya mesin mobil akan tidak stationer, walaupun terkadang stationer besoknya pasti tidak stationer lagi.

Hal yang perlu dilakukan adalah memperbaiki 'lubang as skep' menjadi presisi lagi atau mengganti komponen skep yang sesuai (presisi) dengan ruang karburator. 


sumber : google

Senin, 05 Mei 2014

Macam Sistem Pendingin

PENDAHULUAN
Arti Penting Sistem Pendingin
engine-overheat
Adalah : Menjaga kestabilan suhu atau temperatur mesin  Temperatur mesin normal berkisar antara 83 – 95 0C
Setiap benda yang bergerak dan bergesekan dapat menimbulkan panas. Panas didistribusikan oleh body mesin keseluruh bagian mesin dan komponen dalam mesin menjadi mengembang atau memuai.




Pada saat mesin mobil mengalami over heating, kemungkinan dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut :
         1. Mesin mengalami macet/tidak berputar
disebabkan komponen di dalam mesin mengembang/memuai.
Contohnya : torak akan memuai lebih besar sehingga ruang bebas (clearance) antara komponen yang bergerak menjadi terhalang.Silinder head melengkung/meleting
2. Dapat menyebabkan oli mesin tercampur dengan air pendingin (warna oli mesin menjadi putih) dan air radiator akan mengandung minyak.Terjadi tegangan termal
   Adalah : tegangan yang dihasilkan dari perubahan suhu.
Contoh : cincin torak yang patah, torak yang macet akibat tegangan tersebutTenaga mesin turun drastic
3. Viskositas oli pelumas semakin menurun atau mudah rusak
Sebaliknya bila mesin terlalu dingin akan terjadi masalah, sebagai berikut :
1. Pada motor bensin bahan bakar akan sukar menguap dan campuran udara bahan bakar menjadi gemuk. Hal ini menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna.
2. Pada motor diesel bila udara yang dikompresi dingin akan mengeluarkan asap putih dan menimbulkan ketukan dan motor tidak mudah dihidupkan.
3. Kalau pelumas terlalu kental, akan mengakibatkan motor mendapat tambahan tekanan
Uap yang terkandung dalam gas pembakaran akan terkondensasi pada suhu kira-kira 50 ÂșC
MACAM SISTEM PENDIGIN
Sistem pendingin pada mobil/motor ada dua macam :
1. Air cooling (pendingin udara)
2. Water cooling (pendingin air)
I.   Air Cooling (Pendingin Udara)

Beberapa produsen mobil menerapkan system air cooling pada produknya, misalnya produsen VW, tipe VW Beatle atau kodok dan VW Combi.
as
Keunggulan menggunakan pendingin udara adalah sebagai berikut:
- Tidak memerlukan air pendingin
- Ukuran mesin lebih kecil
- Ruangan mesin relative lebih kecil
Kelemahan menggunakan pendingin udara adalah sebagai berikut :
- Pada saat jalanan macet atau mobil sedang berhenti dengan mesin hidup, menyebabkan pelepasan kalor berjalan lambat. Maka temperatur mesin naik karena tidak adanya pasokan udara luar pada lorong udara.
Untuk mengatasi hal tersebut biasanya mesin ditambah dengan kipas angina elektrik.
- Suara mesin mobil dengan konsep pendingin udara cenderung lebih kasar.
Proses pendinginan pada mesin menggunakan pendingin udara
Pada pendinginan udara, panas akan berpindah dari dalam ruang bakar melalui kepala silinder, dinding silinder dan piston secara konduksi. Selanjutnya yang melalui dinding dan kepala slinder, panas akan berpindah melalui sirip-sririp (fins) dengan cara konveksi ataupun radiasi di luar silinder.
II.  Water Cooling (Pendingin Air)

Konsep pendingin air adalah:
selain air, udara juga berperan untuk menstabilkan temperatur mesin.
Pada sistem pendinginan air ini air harus bersirkulasi. Adapun sirkulasi air dapat berupa 2 (dua) macam, yaitu:
1. Sirkulasi alamiah/Thermo-syphon
2. Sirkulasi dengan tekanan
1.  Sirkulasi alamiah/Thermo-syphon
Pada sistem pendinginan air dengan sirkulasi alamiah, air pendingin akan mengalir dengan sendirinya yang diakibatkan oleh perbedaan massa jenis air yang telah panas dan air yang masih dingin (Gambar 3). Agar air yang panas dapat dingin, maka sebagai pembuang panas dipasangkan radiator (Gambar 4). Air yang berada dalam mantel air dipanaskan oleh hasil pembakaran sehingga suhunya naik, sehingga massa jenisnya akan turun dan air ini didesak ke atas oleh air yang masih dingin dari radiator. Agar pembuangan panas dari radiator terjadi sebesar mungkin maka pada sistem pendingin dilengkapi juga dengan kipas yang berfungsi untuk mengalirkan udara pada radiator agar panas pada radiator dapat dibuang atau diserap udara
as2
2. Sirkulasi dengan tekanan
Pada sirkulasi dengan tekanan pada prinsipnya sama dengan sirkulasi alam, tetapi untuk mempercepat terjadinya sirkulasi maka pada sistem dipasang pompa air (Gambar 5)
as3
Proses pendinginan pada mesin menggunakan pendingin air
Pada pendinginan air secara alamiah, proses perpindahan panas/pendinginan melalui perubahan massa jenis air yang menurun karena panas selanjutnya air akan berpindah secara alamiah berdasarkan rapat massa sehingga terjadi sirkulasi alamiah untuk pendinginannya. Untuk mempercepat pembuangan panas pada sistem pendinginan air dipasangkan radiator. Melalui radiator ini panas akan dibuang ke udara melalui sirip-sirip radiator. Pada pendinginan air dengan tekanan, sirkulasi akan dipercepat oleh putaran kipas pompa sehingga sirkulasi air pada sistem ini akan lebih baik.
 sumber : http://anistkr.blogspot.com/2012/04/macam-sistem-pendingin.html